Tag Archive | tuli mendadak membaik

Penderita Suddendeaf/ tuli mendadak dan Tinnitus/ telinga berbunyi-berdenging

Telah  2 hari Dokter perempuan usia 43 tahun asal luar pulau ini menderita tuli mendadak yang diikuti bunyi berdenging terus menerus. Di rumah sakit tempatnya bekerja sejawatnya pada kurang paham mengenai gangguan yang dideritaya.

Akhirnya beliau mencari rumah sakit khusus THT/ telinga hidung dan tenggorok di Jakarta, sebuah rumah sakit dengan beberapa anak cabangnya yang mengkhususkan terapi untuk segala gangguan THT. Di rumah sakit tersebut, beliau ditangani seorang Profesor THT yang namanya terkenal sebagai seorang terapi medis khusus Suddendeaf dan Tinnitus atau tuli mendadak dan telinga berdenging.

Di rumah sakit khusus THT, dokter perempuan usia 43 tahun ini rawat inap selama seminggu, beliau dirawat secara intensif dengan minum berbagai obat dan sehari disuntik steroid dosis tinggi sebanyak 2 kali. Seminggu dirawat tidak ada kemajuan dan tidak ada perbaikan sama sekali. Beliau meminta saran dari Profesor THT yang merawatnya dan disarankan menjalani Hiperbarik atau terapi oksigen murni. Setelah 15 kali menjalani terapi kedokteran Hiperbarik, beliau merasakan belum ada perbaikan pada pendengaran dan belum ada penurunan pada bunyi denging di telinganya. Saat itu beliau memutuskan untuk pulang ke luar pulau.

Di rumah sakit tempatnya bekerja maupun di rumah saat senggang beliau aktif mencari pengobatan yang sekiranya mampu meringankan deritanya. Setelah membaca kiah saya dan juga kisah pasien-pasien yang sembuh atau berkurang tinnitusnya, juga yang membaik masalah pendengarannya bahakan ada yang pulih seperti semula maka beliau memutuskan untuk mencari waktu yang tepat guna terapi akupunktur ditempat Oei Gin Djing. Seorang Akupunkturis senior yang telah praktek lebih dari 25 tahun. Timbul harapan di hati beliau dan beliau merasa mantap untuk akupunktur ditempat Oei Gin Djing.

Pada awal bulan Sepetember 2016 beliau memutuskan ke Jakarta dan akupunktur ditempat saya.

Saya (Oei Gin Djing) selaku terapis mewajibkan agar beliau terapi akupunktur selama seminggu 4 kali praktek  jadi selasa dan rabu lalu jumat dan sabtu. Setelah akupunktur pada hari selasa dan rabu, beliau tes Audiogram dan dari hasil tes diketahui ada peningkatan pendengaran, beliau sudah mampu menangkap nada-nada rendah. Akupunktur dilajutkan pada hari jumat dan sabtu, hasil yang diharapkan tercapai, pendengarannya makin meningkat, bunyi berdenging berkurang banyak, penglihatan membaik, nafas lebih panjang, kepala terasa nyaman.

Menurut rencana beliau akan datang akupunktur lagi pada bulan Desember atau kalau bisa bulan Nopember tahun 2016 ini.

 

 

Iklan