Sejarah Pijat dan Akupunktur Telinga, oleh Oei Gin Djing

Akupunktur  dan Pijat Telinga Dari Zaman ke Zaman


Akupunktur telinga sudah ditemukan dan ditulis dalam bentuk buku di Cina sejak ribuan tahun yang lalu. Saat itu, untuk menusuk telinga digunakan benda-benda runcing, misalnya taring atau duri yang runcing. Seiring perkembangan zaman, peran keduanya digantikan oleh jarum akupunktur telinga, jarum akupunktur yang umum, lancet/jarum laboratorium, jarum prisma, jarum bawah kulit, magnet telinga, dan sebagainya.
Beberapa abad sebelum Masehi, di dalam buku Huang Ti Nei Cing atau buku Kedokteran Kaiser Kuning Bagian Ling Su dikatakan, telinga bukan suatu organ yang berdiri sendiri, tetapi ada hubungannya dengan seluruh organ dalam dan seluruh anggota tubuh. Aliran energi dan darah pada ke-12 meridian umum dan 2 meridien istimewa bersama naik ke atas berhubungan dengan telinga. Sekitar 80% titik akupunktur telinga yang sekarang merupakan temuan dari zaman kuno. Adapun sejarah akupunktur telinga sebagai berikut.
1. Cina
a. Tahun 200-300
Seorang yang mengalami mati mendadak diobati dengan air dari tumbukan bawang putih yang diteteskan ke dalam telinganya.
b. Tahun 281-341
Seorang ahli pengobatan mengobati seseorang yang shock/syok menggunakan pipa untuk meniup sebanyak 3 kali, masing-masing pada telinga kiri dan telinga kanan.
c. Dinasti Tang (tahun 581-682)
Sun Simian mengobati malaria melalui telinga dengan cara menyumbatkan kulit sebangsa ular ke lubang telinga. Beliau mengobati penyakit dan infeksi dengan akupunktur dan moxa pada telinga.
d. Dinasti Yien (tahun 1281)
Anak kecil penderita struip/step disembuhkan dengan cara di-moxa pada bagian belakang daun telinga. Dinasti Ming (tahun 1575) Penderita katarak mata disembuhkan dengan cara di-moxa pada titik pucuk telinga/EI Cien (T.78)

e. Zaman revolusi kebudayaan Cina (Tahun 1966)
Semua orang yang mempunyai ilmu pengetahuan, khususnya pengobatan tradisional, diharuskan membagikan ilmunya. Dengan demikian, ilmu yang hanya dimiliki oleh beberapa orang, seperti tabib dan sinshe, meluas ke seluruh lapisan masyarakat. Pada masa itu, ilmu akupunktur berkembang pesat. Banyak jenis penyakit bisa disembuhkan melalui telinga.
2. Mesir, zaman kuno
Ahli saraf, Alexander Varille, mengatakan bahwa para wanita Mesir kuno yang sudah tidak ingin punya anak lagi dilakukan tusuk jarum pada titik-titik tertentu pada daun telinga. Di samping itu, akupunktur telinga juga digunakan untuk mempertahankan kecantikan Ratu Mesir, Cleopatra.
3. India
Dr. Candras Hektor, penulis buku Ayur Verdi Medicine mengatakan bahwa di India terdapat sekitar 180 titik akupunktur pada tubuh dan 4 titik akupunktur pada daun telinga bagian depan.
4. Yunani kuno
Apabila lelaki tidak ingin mempunyai anak lagi maka bagian belakang dari daun telinga diiris kecil. Hal ini tidak akan menurunkan gairah seksual, tetapi akan mengurangi jumlah sperma.
5. Arab
Pada abad ke-13, buku-buku kedokteran Cina diterjemahkan ke dalam bahasa Arab untuk perpustakaan sekolah kedokteran di Arab. Di Arab, cara penyembuhan sakit pinggang, sakit ginjal, dan hipertensi dilakukan dengan cara moxa dan pengeluaran darah pada daun telinga.
6. Akupunktur telinga modern
Pada tahun 1957, dr. Nogier belajar akupunktur telinga di Cina. Berdasarkan akupunktur Cina kuno, dr. Paul Nogier dan dr. Wexu memperbaharui dan menyempurnakan akupunktur telinga yang didasarkan pada riset-riset ilmiah modern dari Perancis (Nogier sendiri) dan Cina (hasil revolusi kebudayaan dan penelitian para ahli akupunktur).
7. Indonesia
Akupunktur umum dan telinga masuk ke Indonesia melalui jalur perdagangan dan kebudayaan antarnegara, antara lain zaman Kerajaan Sriwijaya.Tahun 1963 merupakan tahun kebangkitan ilmu akupunktur di Indonesia. Hal ini terjadi setelah tim dokter Chung Kuo berhasil menyembuhkan Presiden Sukarno. Pada tahun itu juga banyak diadakan kursus-kursus akupunktur bagi masyarakat umum yang dipelopori oleh dr. Andre Zen dan Tseng Kai. Pada tahun ini pula, akupunktur diakui sebagai salah satu jenis pengobatan yang ada di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta.

  

Diambil dari buku Terapi Pijat Telinga, Penulis Oei Gin Djing, Penerbit Penebar Plus

Tautan:

http://databaseartikel.com/kesehatan/20119488-akupunktur-telinga-sejarahnya.html

Iklan
6 Komentar

6 thoughts on “Sejarah Pijat dan Akupunktur Telinga, oleh Oei Gin Djing

  1. Ping-balik: Ramuan Manjur dan Praktis

  2. Ping-balik: Mencegah Stroke dengan menekan/ Menusuk Titik 78 Pucuk Telinga dan 5 Titik Akupunktur ujung jari kiri-kanan | Ramuan Manjur dan Praktis

  3. Ping-balik: Tumor dan Kanker Payudara membaik berkat Minum Binghan Ginseng « BinghanGinseng.wordpress.com

  4. Ping-balik: Binghan Ginseng Oei Gin Djing « BinghanGinseng.wordpress.com

  5. Ping-balik: Akupunktur dan Bing-Han untuk Auto-Imum, oleh Oei Gin Djing « BinghanGinseng.wordpress.com

  6. Ping-balik: Akupunktur Tinnitus dengan keluhan bunyi Bum-Bum diselingi nging akibat radiasi Ponsel | Akupunktur-Tinnitus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s