Arsip

Kelumpuhan Otak/ Cerebral Iskemik-Terapis Oei Gin Djing, Akupunkturis

Awal bulan Juni 2017
Sabtu sore itu di rumah bu Triena diadakan acara arisan, semua peserta adalah ibu-ibu. Sebagai Nyonya rumah bu Triena menyediakan bermacam-macam camilan dan juga nasi box. Maklumlah kalau namanya rumah dipilih sebagai tempat ngumpul tentulah repot sekali, untuk mengatasi kerepotan beliau meminta putrinya, kita sebut saja Dinda untuk membantu. Dinda adalah seorang dara manis yang lincah, berusia 21 tahun, kuliah di Universitas top negri kita.
Acara kumpul-kumpul para ibu berlangsung dengan meriah, tetapi mendadak terjadi kehebohan Dinda yang sedang mengunyah sesuatu mendadak seluruh tubuhnya bergetar dan kejang, melihat kondisi Dinda yang sedemikian rupa maka para ibu berkumpul mengelilingi Dinda, adapula yang langsung merangkul. Dari kejang, secara tiba-tiba Dinda jatuh pingsan. Ibu yang memeluk dan ibu-ibu yang merubung buru-buru memberikan pertolongan, sedangkan bu Triena lari ke kamar untuk mengambil minyak angin. Teman bu Triena, ada yang mengurut kaki, ada yang mengurut tangan dan adapula yang mengurut leher, bu Triena mengusap-ngusapkan minyak angin ke hidung dan dahi Dinda. Keadaan arisan yang semula meriah menjadi kacau, semua perhatian tertumpu pada kondisi Dinda yang tak juga sadar.
Dalam kondisi tak sadar Dinda digotong ke mobil dan dilarikan ke rumah sakit khusus (maaf nama rumah sakit saya rahasiakan). Dinda dirawat dan ditangani seorang Profesor ahli Saraf, malam harinya Dinda sadar dari pingsan. Menurut hasil analisa dan pemeriksaan Profesor Saraf yang menanganinya dinyatakan bahwa Dinda mengalami Cerebral Iskemik atau kelumpuhan otak. Malam hari tak lama setelah sadar Dinda merasakan seluruh tubuhnya lemah terutama pada kaki dan tangan kirinya, mulut kirinya terasa tertarik miring keatas dan lehernya kiri depan bengkak. Saat akan duduk makin terasa betapa lemah kaki dan tangan kirinya. Sedih dan frustasi menghinggapi batin Dinda, akankah dia segera pulih, dapatkah normal kembali. Ditatapnya dengan sedih ibu yang selalu mendampingi disisinya. Dilihatnya wajah ibunya dalam sekejap bertambah jauh lebih tua.
Esok harinya berarti hari minggu, Profesor ahli Saraf visit. Bu Triena bertanya jawab dengan Profesor saraf. Hari senin pagi Profesor visit lagi, Dinda kondisinya belum ada perkembangan. Bu Triena bertanya mungkinkah kondisi Dinda pulih, Profesor jawab mungkin tapi harus pakai suatu alat setiap malam selama setahun.
Selasa pagi kembali si Profesor visit, bu Triena bertanya tentang alat yang kemarin dikatakan dan bagaimana cara mendapatkan. Profesor ahli saraf berkata bahwa alat bisa sewa di dia dan akan diantar ke rumah bu Triena. Tibalah masalah yang sangat sensitif tentang berapakah biaya sewanya. Kata si Profesor, sewa alat perhari Rp 2,5 juta. Mendengar biaya sewa yang luar biasa besar dengan waktu sewa selama setahun, bu Triena terkejut tetapi karena cintanya terhadap putrinya apapun akan diusahakan. Beliau bertanya pada Pofesor saraf, apakah setelah setahun memakai alat si Dinda dapat pulih. Dengan gaya diplomasi Pof menjawab, namanya usaha bu, tapi dengan memakai alat itu kondisi putri ibu tidak akan memburuk. Mendengar jawab ini bu Triena hatinya terpukul. Setelah Prof pergi, bu Triena langsung sujud dan khusyuk berdoa pada Yang Maha Kasih, secara aneh terlintas Ibu Sinshe Oei Gin Djing sedang melakukan akupunktur terhadap pasien-pasiennya. Sinshe Oei Gin Djing atau Huang Yin Ching sudah lama dikenalnya karena beberapa tahun yang lalu bu Triena dan temannya pernah beberapa kali akupunktur ditempat Sinshe Oei Gin Djing, Akupunkturis. Catatan: Menurut pengamatan saya dan juga teman bu Riena, beliau adalah orang yang berhati baik, mungkin karena kepribadiannya yang terpuji maka Tuhan tidak tega melihat penderitaan beliau dan lalu memberikan petunjuk untuk akupunktur ditempat saya.
Setelah mendapat ijin untuk membawa Dinda pulang ke rumah dan melakukan rawat jalan maka selasa sore Dinda keluar rumah sakit dan pulang ke rumah. Beberapa jenis obat dibawa pulang untuk diminum di rumah. Malam hari bu Triena kontak WA ke saya dan menyatakan bahwa besok pagi beliau dan putrinya akan datang untuk akupunktur.
Saat beliau datang dan melihat saya, langsung dipeluknya saya, terlihat ada air mata yang langsung diusapnya. Terlihat kepedihan yang mendalam di sinar mata beliau. Dinda mengikuti dibelakang ibunya. Saya lihat jalannya gontai, kaki kanan melangkah dan kaki kirinya mengikuti dengan agak limbung, tangan kiri kurang terayun. Mulut kiri miring ke atas dan leher kiri depan agak bengkak.
Setelah mereka duduk beliau bercerita bahwa putrinya kena stroke. Suaranya pelan dan nadanya pilu. Saya bilang jangan khawatir bu, banyak-banyaklah berdoa, semoga Tuhan memakai tangan saya sebagai perantara untuk menyembuhkan Dinda. Saya akan berusaha sebaik mungkin agar Dinda membaik kondisinya.
Setelah tanya jawab, saya melakukan pemeriksaan dan pengamatan terhadap Dinda. Sebagai titik utama penusukan dilakukan pada titik anti Stroke di ujung ibu jari sisi luar pada ibu jari tangan kanan dan kiri. Pg19 Titik leher dan Pg10/ leher & tenggorok pada pangkal jari tengah bagian punggung tangan. Selanjutnya titik PaiHui/ seratus pertemuan di atas puncak kepala.

IMG-20170818-WA0000

Buku karya: Terapis Oei Gin Djing, Akupunkturis. Jarum menunjukkan lokasi titik akupunktur.

IMG-20170818-WA0001

Titik anti stroke, Buku karya Oei Gin djing, Akupunkturis

IMG-20170818-WA0002

Buku karya: terapis Oei Gin Djing, Akupunkturis- 3 titik akupunktur utama untuk kasus kelumpuhan otak

Ada beberapa titik akupunktur telinga ditusuk antara lain: T55/ penenang jiwa. T34/ Selaput otak karena jari-jarinya gemetar terutama telunjuk jari kanan. Ada tambahan titik-titik akupunktur telinga lainnya.
Tusuk jarum pertama bagi Dinda ternyata tidaklah seseram apa yang pernah dibayangkannya, ternyata akupunktur itu tidak sakit katanya. Saya minta Dinda untuk berjalan dan menurut pengamatan saya, Dinda berjalan lebih mantap, gontai berkurang. Hasil yang lain adalah bengkak di lehernya hilang, mulutnya sudah agak normal. Bicara lebih jelas, kepala tidak berat, mata lebih terang, dll
Saya minta terapi rutin setiap saya praktek, setelah 8 kali semua kondisi membaik. Saya mengatakan sebaiknya ada perawatan lanjutan untuk antisipasi agar kondisi Dinda selalu stabil. Secara keseluruhan kondisi Dinda baik fisik, kejiwaan dan otak bisa diibaratkan sudah membaik 80% lebih.

 

Akupunktur Penghancur Batu Ginjal-Terapis Oei Gin Djing, Akupunkturis

Kehidupan di kota Jakarta yang serba macet tak jarang mengakibatkan gangguan-gangguan dalam tubuh, antara lain timbulnya batu di Ginjal yang mungkin penyebabnya adalah kurangnya minum di perjalanan yang berakibat suatu zat berpotensi batu terbentuk di Ginjal dan seiring berjalannya waktu makin lama batu di dalam Ginjal itu semakin membesar atau bisa juga bertambah. Bentuk batu bisa kecil-kecil atau besar.

Terkadang timbul pertanyaan yang sebenarnya secara asal saja saya jawab. Dalam kondisi macet seseorang akan membatasi air yg diminum bahkan seringkali supaya tidak bocor diperjalanan saat akan berangkat kerja, yaitu saat di rumah seseorang tidak mau minum dulu. Setelah sampai di kantor atau dimanapun yang dituju barulah seseorang itu berani minum, hal ini terjadi berulangkali dalam waktu berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Tentu saja masalah ini menimbulkan ketidakharmonisan kerja Ginjal, Ginjal yang membutuhkan air dalam jumlah yang cukup, tidak mendapatkan air dalam jumlah yang seharusnya, akibatnya kotoran yang ada di Ginjal yang harusnya terguyur keluar melalui air seni jadi tertahan, maka terbentuklah batu ginjal. ini hanya salah satu penyebab, masih banyak penyebab lainnya yang dapat Anda cari di internet.

Pada hari Rabu tanggal 2 Agustus 17, datanglah pasangan suami istri bersama putrinya. Sang istri tampak sangat menderita, wajah pucat pias, keringat dingin terlihat di dahinya, wajahnya terlihat sangat menderita, saat melangkah kaki kanannya terlihat diseret. Kondisinya seperti orang akan pingsan. Terjadi tanya jawab antara Ibu berusia 45 tahun ini, kita sebut saja ibu Sonya dengan saya (Oei Gin Djing, Akupunkturis). Diceritakan oleh ibu Sonya bahwa hari sabtu malam beliau sudah ke dokter dalam kondisi anval/ kolik. Oleh dokter yang memeriksa dirujuk ke dokter Spesialis Urinasi. Dokter Urinasi melakukan pemeriksaan dan melalui USG diketahui bahwa terdapat batu berukuran 1,6 x 1,4 cm yang menyumbat saluran kemihnya. Dokter memberikan resep obat penahan nyeri dan juga obat peradangan, setelah diberi resep bu Sonya diminta pulang dan minum obat sesuai resep. Walau nyeri dan demam berkurang tapi tetap nyeri yang menjalar sampai ke pinggang dan kaki. Susah makan, susah minum karena mual dan pusing juga susah tidur karena nyeri.

Titik penghancur batu ginjal yang terdapat di Telapak tangan

Buku 200 halaman tentang Akupunktur/ Pijat Tangan karya Oei Gin Djing, dijunjung tinggi oleh Dosen Pengajar Kedokteran Akupunktur di Universitas Indonesia

Pada hari selasa, mereka teringat akan Oei Gin Djing, seorang Akupunkturis senior yang praktek di wilayah Sunter-Jakarta Utara. Dua tahun yang lalu Ibu mertua bu Sonya yang di Kandung empedunya terdapat 3 butir batu, setelah terapi akupunktur beberapa kali ditempat Sinshe Oei, saat diperiksa dan USG oleh dokter penyakit dalam diketahui bahwa batu empedunya telah hilang.

Singkat kata saat di akupunktur bu Sonya langsung merasa lebih enakan, selesai akupunktur beliau dapat berjalan normal dan mulai bisa tersenyum. Rasa nyeri yang menjalar dari pinggang belakang, perut sampai ke kaki sudah berkurang.

Titik-titik akupunktur yang ditusuk antara lain: Titik SanYinCiao, KunLun. Pada telapak tangan: dipilih titik Ginjal 1 dan 2 yaitu titik TP 38 dan 39, TriPemanas Tp34. Titik akupunktur telinga: Ginjal 95, adrenal 13 dan penenang Jiwa 55. Pada saya praktek beliau pasti datang dan kondisinya makin membaik. Sejak akupunktur obat anti nyeri tidak pernah diminumnya.

Beliau rutin akupunktur ditempat sya dan akhirnya pada hari selasa tanggal 15 Agustus 17 saya dapat kabar dari beliau, bahwa batu yang menyumbat saluran kemihnya telah hilang total. Beliau bercerita dengan wajah ceria dan berjanji suatu saat akan membawa hasil USG untuk ditunjukkan ke saya (Oei Gin Djing, Akp)

20170816_172142

Buku Panduan Lengkap Pijat Tangan karya Oei Gin Djing, Akupunkturis

Titik penghancur batu ginjal yang terdapat di Telapak tangan. Buku Pijat Tangan yang menjadi tonggak sejarah Ilmu akupunktur Tangan di Indonesia, tebal 200 halaman tentang Akupunktur/ Pijat Tangan karya Oei Gin Djing, dijunjung tinggi oleh Dosen Pengajar Kedokteran Akupunktur di Universitas Indonesia

Akibat kecelakaan tahun 2003 Lutut tidak dapat ditekuk-Terapis Oei Gin Djing, Akupunkturis

Akupunktur Lutut oleh Oei Gin Djing, Akupunkturis

Pada hari Selasa, tanggal  8 Agustus 2017. Datang suami istri, seorang bapak dan ibu usia 51 tahun, mereka berasal dari Balikpapan, Kalimantan. Sang istri mengalami penderitaan yang berkepanjangan, akibat kecelakaan motor pada tahun 2003 karena sejak kecelakaan tersebut lutut kirinya tak dapat ditekuk, bila berjalan kaki kanan melangkah dan kaki kiri mengikuti dalam kondisi lurus, pinggang sering nyeri tanpa sebab, bila duduk kaki kiri hanya bisa lurus. Berbagai terapi Medis dan Non Medis telah dijalaninya tapi tak satupun membuahkan hasil yang memuaskan. Pada awalnya  beliau sebut saja Ibu Diah hanya bermaksud untuk menemani suaminya terapi akupunktur Tinnitus di tempat Oei Gin Djing, Akupunkturis. Setelah melihat bahwa suaminya tenang-tenang saja saat ditusuk jarum dan tidak terlihat rasa nyeri bahkan beberapa saat setelah jarum ditusukkan bapak Faris, mengatakan bahwa mata dan nafas juga kepala terasa nyaman, maka ibu Diah mengutarakan keluhannya dan mengutarakan keinginannya untuk sekalian akupunktur daripada hanya menunggu saja.
Sinshe Oei (dialek Hokkian/ Fujian) atau ada juga yang menyebut Sinshe Huang  (dialek Mandarin) atau ada pula yang menyebut Ibu Oei. Setelah melakukan pemeriksaan baik secara visual maupun perabaan pada lokasi lutut. Melalui perabaan pada bagian belakang lutut dan sekitarmya terasa ada pengerasan pada  otot-otot dan mungkin pula pembuluh darah. Melalui pemeriksaan pada punggung tangan dan daun telinga Sinshe Oei menemukan adanya gangguan-gangguan hambatan energi dan darah pada lokasi lutut, pangkal paha dan pinggang.

Berdasarkan analisa yang telah dilakukan maka ibu Oei melakukan akupunktur pada lokasi titik akupunktur yang berkaitan dengan penderitaan ibu Diah. Semula bebrapa jarum ditusukkan pada punggung tangan dan daun telinga kiri, lalu pasien diminta berjalan dan suatu keajaiban terjadi, lutut yang sejak tahun 2003 tidak dapat ditekuk menjadi dapat ditekuk bahkan dapat diangkat-angkat ke atas. Alangkah bahagianya beliau, air mata haru menitik. Beliau dimohon duduk kembali dan penjaruman dilanjutkan dengan menusuk titik CuSanLi dan TuPi juga YinLingCuen. Sekitar 45 menit kemudian jarum dilepas dan tes berjalan dilakukan lagi dan ternyata hasil luar biasa terjadi. Kaki kiri dapat berjalan normal, dapat mengikuti kaki kanan melangkah secara normal. Saat duduk kaki kiri yang dulunya lurus saat itu sudah dapat ditekuk.

Bersama suaminya terapi akupunktur pada Sinshe Oei dilanjutkan pada tanggal 9, 11 dan 12 Agustus 2017. Bapak Faris setelah sekali akupunktur dengingnya berkurang, menurut beliau selama 2 bulan terkena Tinnitus alias telinga berdenging berbagai pengobatan telah dijalaninya, dan tanpa hasil. Barulah ada hasil yang memuaskan setelah akupunktur pada Sinshe Oei, demikian pernyataan beliau yang disambut Amin oleh istrinya.

Sinshe Oei adalah seorang perempuan kelahiran kota Semarang pada tahun 1966, SD sampai SMA sekolah di Theresiana, kuliah di Akademi Keuangan dan Akuntansi. Sejak kecil suka ilmu-ilmu tradisional dan energi, suka olahraga beladiri. Dalam sisilah keluarga menurut ayahnya merupakan generasi ke 5 atau ke 6 yang Sinshe. Hanya bedanya kakek dan buyutnya ahli juga dibidang ramuan tradisional Tiongkok selain akupunktur dan Chikung tentunya. Kakek luarnya yaitu dari pihak ibu adalah seorang ahli ilmu Hu-Huat yaitu suatu ilmu penyembuhan dengan tulisan simbol. Pernah menjadi pelatih Jing-chikung yang dirumuskannya sendiri dengan memadukan Saolin Chikung dari gurunya Master Leung Fung, mengamati dan mempelajari gerakan Wu Mei Chikung milik Prof. Willy Cahyo/ Mr. Lee Kuan Yew dan WuTang chikung serta aliran chikung-chikung yang lain. Tahun 1987 menjadi murid Maha Yogi Indonesia yaitu Bapak Yogamurti RM, dll. Mendapat sertifikat dan menjadi Akupunkturis dibawah bimbingan Bapak AB. Adam yang merupakan seorang Akupunkturis senior, pengajar dokter-dokter di Jerman. Pada saat tahun-tahun menjelang akhir hayatnya sekitar tahun 1990 pak Adam memilih untuk mengajar di Indonesia, tepatnya di jalan Haji Nawi, Jakarta Selatan.

Murid Chikung dari Sinshe Oei/ Huang yang cukup terkenal adalah bapak Zainal Effendi dan putrinya Andrina Effendi (mereka belajar pada Sinshe Oei pada tahun 1996) mereka menjadi guru dari ahli Reiki Indonesia yaitu Irmansyah Effendi. Notaris Sinta Susikto seorang Notaris senior terkenal yang sudah pensiun juga murid Chikung dan meditasi yang pernah dilatih oleh Sinshe Oei, Notaris Sinta juga menjadi guru dari seorang ahli esoterik terkenal karena buku pertamanya dibuat dan dirumuskan dikantor Bu Sinta di jalan Tomang Raya-Jakarta,  dll.

Retina melengkung ke atas, seperti ubin yang akan lepas- terapis Oei Gin Djing, Akupunkturis

Kejadian setahun yang lalu baru sempat saya ketik dan pos di blog. Seorang bapak berusia 56 tahun dengan profesi sebagai Fotografer, asal Bogor. Kita sebut saja bapak Kendra. Beliau mengalami gangguan pada Retina mata. Menurut foto khusus mata, ke 2 retina miliknya mengalami kerusakan berupa bagian tengah retinanya melembung/ cembung ke atas. Retina adalah lapisan peka cahaya yang meneruskan informasi ke otak.
Masalah Retina yang dialami menyebabkan bila memandang suatu garis baik vertikal maupun horisontal, garis mendatar yang dilihatnya agak melengkung ke atas, sedangkan garis tegak lurus terlihat agak melengkung ke kanan. Gangguan ini membuat hatinya risau karena benda-benda yang dilihatnya juga terpengaruh menjadi tidak sewajarnya.

IMG-20170805-WA0000
Suatu hari istrinya membaca tentang terapi Akupunktur Mata yang dikerjakan oleh seorang Akupunktuis senior yang juga penulis buku TERAPI MATA DENGAN PIJAT DAN RAMUAN yaitu ibu Oei gin Djing, Akupunkturis. Seorang Akupunkturis yang telah praktek akupunktur lebih dari 25 tahun.
Si istri menghubungi WA Oei Gin Djing dan menanyakan jadwal praktek serta biaya terapi. Setelah mengetahui jadwal praktek maka pak Kendra mengatur waktu agar dapat akupunktur ditempat Sinshe Oei Gin Djing. Sehari sebelum kedatangannya, telah dikirimkan foto mata dan analisa medis.
Singkat cerita, hari selasa pak Kendra terapi akupunktur untuk pertamakali dan sesat setelah jarum terakhir ditusukkan kata beliau kepala dan mata terasa lebih enteng, Penglihatan lebih nyaman. Dalam test yang saya pandu, ada perbaikan dalam melihat obyek baik mendatar maupun tegak lurus. Terapi ke 2 hari rabu dan katanya lengkung dalam penglihatannya makin rendah, ketinggian lengkung atas berkurang. Terapi ke 3 hari Jumat saat datang langsung menyalami saya dan menucap banyak terimakasih karena penglihatan makin baik. Hari terapi ke 4 jatuh hari sabtu, katanya penglihatan sudah baik dan hanya ingin memantapkan saja. Ujarnya sejak saya (Oei Gin Djing, Akupunkturis) tangani untuk pertamakali tidurnya lebih enak dan mulai bisa bekerja lagi untuk ngoreksi dan edit foto. Emosi juga terkendali, katanya mungkin dulu dia sangat emosional  karena mata dan kepalanya tidak nyaman

Tinnitus/ telinga berdenging diikuti rasa sangat Frustasi-Terapis Oei Gin Djing, Akupunkturis

Ibu Dorothi usia 31 tahun, ibu 2 anak Balita/ bawah 5 tahun, sejak awal bulan Agustus 2016 mengalami Telinga berdenging yang makin lama makin kencang bunyinya. Setiap saat rasa putus asa menerpa karena bunyi nging……nging dan bunyi lainnya terus menerus terdengar di telinganya. Dari semua bunyi yang terdengar di dalam telinganya,bunyi nging panjang pendek adalah merupakan bunyi yang dominan.

@ Hari demi hari dijalaninya tanpa perasaan karena hanya ada rasa hampa.

@ Sehari-harinya bagaikan robot yang terkurung dalam dimensi dunia antah berantah.

@ Terkadang ada bisikan hasutan-hasutan yang memintanya untuk gantung diri, hasutan ini tiap hari selalu ada. Terkadang ada suara enak lho bila mati.

@ Ingatan jangka pendek mudah lupa.

@ Emosi sering tak terkendali.

@ Biasanya suka modis jadi masa bodoh dengan penampilan.

@ Menarik diri dari pergaulan karena bila banyak orang bicara, fia merasa ketakutan dan kebingungan, dilikuti jantung juga terasa dug dug dug kencang.

Sering cari info di internet dan minum ramuan macam-macam tanpa hasil, selain pengobatan tradisional pengobatan Medis juga dijalaninya. Ada anjuaran dari keluarga agar ke tepi laut, sudah juga dijalaninya selama lebih dari seminggu, tapi tak tahan malahan masuk angin dan kondisi drop.

Rasa ingin sembuh menyebabkan ibu Dorothi mendatangi banyak dokter spesialis Telinga Hidung dan Tenggorok, bisa dikatakan seluruh dokter THT di kotanya Menado telah didatanginya. Semua obat yang diberikan dokter THT telah diminumnya. Anjuran Fisioterapi telah dijalaninya. Hasilnya dari perburuannya akan kesembuhan Tinnitus yang dialaminya adalah nihil.

Rasa frustasi menghinggapi hati bu Dorothi, pernah rasa tertekan yang sangat menghinggapinya. Suatu sore saat rumahnya sedang sepi. Anak-anaknya juga dititpkan di neneknya yang rumahnya berdekatan dengannya. Merasa tidak ada orang di rumah, diambilnya tali dan digatungkannya di atas kusen pintu lalu dia naik kursi, untunglah Ibunya datang dan memergoki perbuatan Dorothi yang nekat. Cara nekat ini sempat 2 kali dilakukannya tapi untunglah Tuhan masih melindunginya sehingga perbuatan nekatnya ketahuan oleh Ibunya.

Akhirnya pihak keluarga memutuskan untuk mengirim bu Dorothi ke ibukota negara yaitu Jakarta, karena berdasarkan pencariannya dan pencarian keluarganya di internet, ditemukan suatu Rumah saki khusus THT. Sesampainya di rumah sakitt tujuan, Dorothi dirujuk pihak RS ke Profesor THT terkenal dalam bidang Tinnitus dan Suddendeaf, dengan ditangani seorang Profesor ahli Tinnitus,  hatinya menjadi besar. Prof.THT yang menangani menganjurkan rawat inap seminggu di Rumah sakit tersebut ditambah dengan terapi Hiperbarik. Ada sedikit perbaikan tapi rasa frustasi masih sangat besar dan bunyi tetap sangat menyiksa, suara hasutan bunuh diri juga masih bergema, perasaan masih hampa dan makan tetap tak ada rasa. Dikarenakan telinga masih sangat kencang bunyinya dan keseimbangan tubuh belum ada perbaikan, rasa tidak ingin hidup jadi terus menghantui.

Pada saat Hiperbarik, pertengahan Nopember 16 ibu Dorothi bertemu dengan seorang ibu yang anaknya usia 13 tahun menjelang 14 tahun katakanlah namanya Hasina. anaknya mengalami Tinnitus yang diikuti turunnya pendengaran, dokter THT telah anjurkan pakai alat bantu dengar dan beliau sudah memesan Hearing Aid seharga 25 juta, saat anaknya memakainya, hanya pakai 3 kali akhirnya tidak mau pakai lagi, katanya kepala jadi pusing dan sakit telinganya. Ibu dari Hasina bercerita pada Bu Dorothi bahwa anaknya mengalami banyak perbaikan dalam pendengaran dan dalam kehidupan sehari-harinya yaitu setelah sekali terapi akupunktur pada ibu Oei Gin Djing. Sorang akupunkturis senior yang berpraktek lebih dari 25 tahun. Kebetulan Hasina pernah dirawat pada bulan September 2016 juga sempat dirawat selama seminggu di Rumah sakit khusus THT yang sama.

Entah kenapa hatinya tertarik mendengar penuturan ibu dari Hasina dan dengan tekat yang kuat berbekal kartu nama yang didapatnya dari Ibunya Hasina, Bu Dorothi mencari info di Internet tentang Oei Gin Djing, Akkupunkturis. Setelah ngecek di internet dan menghubungi WA ibu Oei, pada hari berikutnya pas jam praktek Dorothi datang terapi akupunktur. Seumur hidup baru sekali ini akupunktur katanya. Saya bilang tenang saja, tidak sakit kok. Kata saya ” Banyak teman senasib dengan Anda disini, ibu bisa sharing dulu dengan pasien yang lain. Mayoritas pasien saya saat ini adalah penderita Tinnitus, Suddendeaf dan Vertigo” , sambung saya.

Pada tahun 2006 saya pernah menulis tentang Tinnitus dalam buku TERAPI PIJAT TELINGA yang diterbitkan oleh Penebar Swadaya Grup. adapun tentang Tinnitus dimuat pada halaman 105 dan 106. 

 

Demi kesembuhan dia menjalani akupunktur, setelah sesaat saya (Oei Gin djing, Akupunkturis) terapi untuk pertama kalinya, katanya ternyata akupunktur itu tidak sakit. Saya tanya bagaimana reaksinya katanya matanya jadi lebih terang, nafas jadi lebih longgar, kepalanya yang biasanya berat jadi lebih ringan. Perasaan tertekan berkurang. Dalam seminggu dijalaninya 4 kali akupunktur, minggu berikutnya hanya bisa 2 kali. Kondisinya sudah sangat bagus, rasa ingin bunuh diri sejak pertama akupunktur sudahh hilang. Terapi ditempat ibu Oei Gin Djing tanpa obat-obatan, hanya dianjurkan sering memakai batu giok khusus yang  bisa dipakai seumur hidup. perbungkus isi 7 keping seharga sekitar 100 ribu, harga tidak mengikat.

Catatan : Bu Dorothi sekitar 17 Desember 16 sudah sembuh dan pulang ke Menado. Sampai kisah ini dimuat pada Juli 2017, kondisinya tetap baik dan tidak kambuh lagi.

Hanya terima WA atau SMS dalam bentuk teks, tidak terima suara telpon.

Remaja Stroke Tersumbat akibat Radiasi Ponsel

REMAJA STROKE USIA 17 TAHUN
Selasa tanggal 11 Juli 17, saya ( Oei Gin Djing, Akupunkturis ) kedatangan pasien seorang anak perempuan cantik usia 17 tahun. Keluhan adalah badan sisi kanan lemas, melangkah gontai, mudah lupa, dll.
Dalam kehidupan kita sehari-hari di masa kini Ponsel memegang peranan super penting, seolah-olah Ponsel kita adalah sebagian nyawa kita, bahkan ada yang beranggapan Ponsel miliknya adalah separoh nyawanya.
Sepenting apapun Ponsel bagi kita, alangkah baiknya bila bijaksana dalam memakainya.
Kisah dibawah ini adalah kisah nyata salah satu pasien remaja saya (Oei Gin Djing, Akupunkturis). Seorang anak perempuan cantik dan manis berusia 17 tahun yang mengalami sumbatan pada otaknya. Sebelumnya dalam tahun ini juga ada pula seorang Mahasiswi usia 21 tahun yang mengalami Cerebral Iskemik atau kelumpuhan otak akibat radiasi Ponsel.
Sebelum saya (Oei Gin Djing, Akupunkturis) tangani, anak ini telah 2 kali dirawat di rumah sakit, menurut hasil MRI diketahui terdapat penyumbatan pada otak sisi samping belakang kiri.
Kebiasaan sehari-hari anak ini saat akan tidur main Ponsel dan dalam kondisi on/ hidup,
saat akan tidur Hp ditaruh disamping bantal.
Anak ini srmpat 2 kali dirawat di rumah sakit.
* Kejadian ke 1.
Pada suatu hari sebelum ulangan umum sekolah kepalanya sangat tidak enak, nafas pendek, badan bergetar dan mendadak pingsan. Oleh orang tuanya dibawa ke RS dan dirawat inap.
* Kejadian ke 2
Hanya hampir pingsan lagi terjadi setelah ulangan umum. Badan sangat lemas, jalan oleng, wajah terlihat depresi, mata saat memandang sesuatu obyek terlihat ganda.
Oleh orang tuanya anak ini dibawa lagi di rumah sakit dan rawat inap seminggu.
Setelah rawat inap di rumah sakit, belum ada kemajuan yang berarti.
Suatu saat ayah dari anak ini, kita sebut saja Cindy teringat bahwa pernah membaca tentang akupunktur Stroke yang saya kirim ke Fb dan Youtube.
@ 11 Juli 17
adalah terapi akupunktur pertama Cindy, remaja usia 17 tahun, naik kelas 12 atau SMA 3.
Hasilnya adalah penglihatan membaik, nafas yang tadinya pendek bisa menjadi nafas panjang, kepala lebih nyaman, saat test jalan, langkah lebih mantap. memory ada kemajuan
@ 12 Juli 17
Terapi akupunktur ke 2. Hasilnya penglihatan sudah stabil, pandangan ganda hilang dan keseimbangan tubuh normal sehingga jalan mantap. Memory mulai normal. Nafas makin lancar dan nyaman.

image

@ 14 Juli 17
Terapi ke 3
Hasilnya bisa dibilang sudah normal.
Saya anjurkan supaya, besok sabtu 15 Juli 17 akupunktur sekali lagi.
@ 15 Juli 17.
Terapi ke 4. Dari tanya jawab kondisi kemajuannya stabil dan setelah akupunktur katanya kondisi tubuh dan kejiwaan semuanya baik

Obat Stroke Tersumbat dan Tuli Mendadak, Ankung Niu Huang Wan buatan Tong Ren Tang, Resep asli tabib Li Shih Chen ( tahun 1518-1593), harga Rp 570 ribu

Harga Rp 570 ribu adalah harga tidak mengikat yang artinya bisa naik ataupun bisa turun, dijamin asli 100% karena bila tidak asli saya tidak akan jual.

Oei Gin Djing, Akupunturis adalah seorang Akupunkturis seior yang telah praktek lebih dari 25 tahun, juga merupakan penulis buku pijat dengan dasar titik akupunktur.                   Setiap pembelian Ankung akan mendapatkan gratis 1 gambar pijat tangan ukuran 43 cm x 60 cm, Gambar didisain dan ditulis oleh Oei Gin Djing dan Hak Cipta dilindungi Undang-Undang. Agar pembeli bisa melakukan pertolongan darurat mak gambar akan ditandai pada titik yang berguna untuk mengatasi stroke yaitu pada ujung-ujung jari tangan, selain ditusuk sampai mengeluarkan beberapa tetes darah, titik ujung jari telapak tangan juga bisa dipijat dengan suatu alat pijat yang agak runcing, misalnya  ujung taring, menekan menggunakan tekanan sedang dan cukul 30 detik untuk masing-masing titik terapi.

ankung 2

Ankung Niu Huang Wan ( buatan Tong Ren Tang ) 100 % asli POM TI: 044 409 541
Waktu emas penderita Stroke adalah 1 sampai 3 jam tapi sesudahnya juga boleh diberikan. STROKE KARENA PECAH PEMBULUH DARAH JANGAN DIBERI ANKUNG.
Berguna buat memulihkan kondisi tubuh, kejiwaan dan syaraf penderita Stroke karena tersumbat pembuluh darah di otak/ STROKE TERSUMBAT..
Bermanfaat juga untuk mengatasi gangguan sulit tidur alias Insomnia.
Membantu meredakan gejala peradangan.
MENGANDUNG EMPEDU SAPI/ NIU HUANG. Empedu sapi dalam Ankung digunakan untuk mengatatasi Ayan, Stroke, serangan jantung,, mengurangi nyeri dan menurunkan demam tinggi. ( termasuk Stroke telinga atau Suddendeaf yang masih baru )
Di Indonesia beredar 2 jenis Ankung, namun resep asli dari Sinshe legendaris dinasti Ching yaitu Li Shih Chen ( 1518 – 1593 ) adalah buatan Nan Jing Tong Ren Tang dengan gambar Li Shih Chen. Sinshe Li menulis buku Ringkasan Cara Pengobatan. Sinshe Li adalah Sinshe terbesar dalam sejarah kedokteran China setelah Sinshe legendaris Huato/ Hua Tuo ( tahun 145-208 ) jaman Tiga Negara/ Samkok.

Ankung walaupun tertulis Exp Feb 2019 tetapi diminum 10 tahun kemudian hasiatnta tetap sama, asalkan disimpan dengan baik, terutama jangan disimpan ditempat lembab.

Ankung ini buat yang mengalami stroke telinga atau Suddendeaf bisa membantu apalagi bila TULI MENDADAK akibat kekentalan darah maka hasilnya sangat bagus. Syaratnya belum lebih dari 3 hari, hasilnya cepat terlihat. Dosis dewasa sehari minum 2 butir yaitu pagi dan sore. Caranya dilarutkan pakai air hangat sampai teraduk merata dan diminum.

Tautan jualan di Tokopedia dan Bukalapak:

https://www.tokopedia.com/magnet-terapi/obat-stroke-tersumbat-ankung-gratis-gb-pijat-tangan       dan        https://www.tokopedia.com/magnet-terapi/ankung-asli-100-resmi-ada-pom-gratis-gambar-pijat-tangan

https://www.bukalapak.com/p/kesehatan-2359/kesehatan-telinga/pembersih-telinga/7rbwkj-jual-ankung-asli-100-resmi-ada-pom-ti-gratis-gambar-pijat-tangan

ankung 1

Obat Stroke Tersumbat termasuk tuli mendadak akibat kekentala darah. Ankung Niu Huang Wan buatan Tong Ren Tang, Resep asli tabib Li Shih Chen ( tahun 1518-1593)

ankung 3

Ankung Niu Huang Wan buatan Tong Ren Tang, Resep asli tabib Li Shih Chen ( tahun 1518-1593)

ankung 4

Obat Stroke tersumbat, Ankung Niu Huang Wan buatan Tong Ren Tang, Resep asli tabib Li Shih Chen ( tahun 1518-1593)

ankung 5

Ankung Niu Huang Wan buatan Tong Ren Tang, Resep asli tabib Li Shih Chen ( tahun 1518-1593)

ankung 6

Obat Stroke Telinga/ Suddendeaf/ Tuli mendadak akibat kekentalan darah. Ankung Niu Huang Wan buatan Tong Ren Tang, Resep asli tabib Li Shih Chen ( tahun 1518-1593)

ankung 7

ankung 8

Ankung Niu Huang Wan buatan Tong Ren Tang, Resep asli tabib Li Shih Chen ( tahun 1518-1593)

ankung 9

Obat Stroke Telinga/ SuddenDeaf/ Tuli Mendadak akibat kekentalan darah. Ankung Niu Huang Wan buatan Tong Ren Tang, Resep asli tabib Li Shih Chen ( tahun 1518-1593)