Bahayanya Menjewer Telinga Sembarangan

       

Dilarang menjewer anak. Imbauan ini perlu dipahami para orang tua. Kenapa? Karena ternyata telinga memiliki titik saraf yang banyak sekali hingga layaknya telapak tangan dan kaki yang bisa jadi tempat pijat refleksi. Karena itu pula, selain buat mendengar, telinga diciptakan untuk menyembuhkan banyak penyakit.Pengalaman sembuh dari sakit yang sembuh lewat pijat telinga tak akan dilupakan oleh Oei Gin Djing. Pada 1990-an, dia divonis lumpuh total oleh para dokter sejak tulang belakangnya hancur karena kecelakaan kendaraan yang dialaminya.Walau begitu, dia yakin bisa sembuh. “Saya pijat beberapa saraf di daun kuping saya terus-menerus,” kata ibu dua anak ini. Hasilnya, dalam waktu sebulan, dia sudah bisa memakai tongkat untuk berjalan, dan beberapa bulan kemudian, dia sudah bisa berjalan tanpa tongkat. “Ini anugerah, saya masih boleh membantu orang lain.”

Proses inilah yang membuat Gin Djing akhirnya tetap menjadi seorang akupunkturis, dan spesialisasinya, ya, memijat kuping tadi. Dengan mengetahui titik saraf yang hendak disembuhkan, seorang awam sekalipun, katanya, bisa melakukan pengobatan sendiri.

Makanya, dia cukup membuat buku dan menerima telepon bila sang pasien masih kurang mengerti. “Kalau dia baca buku, saya bisa guide dari sini,” ujarnya di rumah yang jadi tempat kliniknya di Sunter Indah Raya, Jakarta Utara.

Dalam pengobatan, menurut dia, yang penting, seseorang harus sabar dan yakin bisa sembuh. Apa yang dialaminya adalah bagian dari buah kesabaran dan ketekunan.

Oei Gin Djing sendiri kepincut pada akupunktur sejak SD. Keahliannya itu sebagian bakat yang diwariskan oleh kakeknya yang seorang akupunkturis. “Saya cuma baca buku-buku kakek saya dan saya langsung tertarik,” ujarnya. Kemudian dia belajar secara formal pada Bapak Yogamurti dan mendapat sertifikat Totok Darah, Refleksiologis, Anmo, Siatsu, Meditasi dan Yoga pada Tahun 1987. Pada tahun 1992 dibawah bimbingan Bapak AB. Adam, Oei Gin Djing lulus ujian Kompetensi Nasional Akupunktur yang diadakan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Dia mengembangkan pijat kuping dan menyebarluaskan metode pengobatan itu. “Biar semua orang bisa melakukan penyembuhan pada diri sendiri,” kata dia. Cukup tahu titik mana yang berhubungan dengan organ yang sakit, hampir semua penyakit sudah pernah disembuhkan. Paling mudah, kata dia, penyakit yang lazim, seperti keseleo, sakit kepala, demam karena infeksi organ tubuh, sakit kepala, migrain, nyeri lambung, nyeri pinggang, wasir, asma, nyeri jantung, dsb.

Tanda penyakit ini pun bisa dilihat langsung, misalnya sakit kepala di bagian dahi, bisa terlihat tonjolan pada daun telinga kanan atau kiri, pada bagian bawah dekat daerah tindikan anting. Pijatan pada titik ini akan memberi efek langsung terasa pada dahi yang sakit.

Kalau di daerah lipatan atas daun kuping yang sama, tandanya ada masalah nyeri pada lengan. Rumus ini, menurut dia, sudah menjadi pedoman karena merupakan titik saraf. Rumus ini pun sudah dituangkannya dalam buku Terapi Pijat Telinga yang dituliskan pada 2006.

Akupunkturis kelahiran Semarang, tahun 1966, itu menilai, terapi jenis ini memang lebih sulit bila dibandingkan dengan pijat kaki atau tangan. Soalnya, titik yang diterapi tidak terlihat mata. Biasanya ini diatasi dengan cermin. Kelebihannya, kalau salah memijat titik saraf, tak ada efek samping. “Tapi biasanya kalau sakit, titik di daun telinga sudah terasa kalau disentuh, semakin sakit, semakin sensitif,” kata dia.

Penyakit seperti gangguan lambung, hati, sinus, bahkan wasir, pernah disembuhkannya. Memang, semakin berat penyakit, harus semakin sabar dan rajin. Bila ingin lebih cepat, menurut dia, harus dilakukan dengan jarum. Karena titik saraf yang kecil bisa langsung terkena ketimbang dengan pijatan tangan atau alat pijat dengan ujung kecil, misal pentol korek api dan tusuk gigi. Biasanya, kata dia, pentol korek atau tusuk gigi yang ditumpulkan bisa membantu menemukan titik saraf yang kecil luasannya dan juga bisa digunakan sebagai alat terapi untuk memijat telinga.

Menurut Angga, (23), pasiennya, Gin Djing bisa tahu penyakit yang sedang dideritanya walaupun dia tak bilang. Misalnya, saat levernya mengalami masalah, dia langsung dideteksi dengan disuruh meluruskan tangannya ke depan. “Mungkin auranya, ya,” kata dia. 

Jari tangannya yang bergetar adalah efek dari bekas gangguan levernya yang pernah sakit kuning pada masa kecil. Padahal, dia datang Rabu itu untuk meneruskan pengobatannya, mengurangi minus pada matanya. “Lumayan sudah kurang seperempat,” katanya tentang pengobatan yang sudah dilakukan selama tiga bulan. Kupingnya pun ditusuk jarum untuk mempercepat proses perbaikan titik saraf levernya. Selain itu, tangannya yang bergetar pun ditusuk. Hasilnya, setelah lima menit, getarannya berkurang.

Anak kesembilan dari 10 bersaudara, yang lahir dengan telinga kanan tuli, itu ingin menyebarkan ilmu terapi telinga ini kepada semua orang. Sifat tomboi membuatnya mengalami banyak luka sejak kecil. Itu pun menjadi prosesnya mengetahui penyembuhan berbagai sakit yang dialaminya, seperti luka bakar, cedera patah tangan atau kaki.

Cedera itu salah satu yang dia dapatkan kala berlatih bela diri kegemarannya, taekwondo. Dengan bantuan pengobatan akupunktur dia bisa sembuh, termasuk kerusakan tulang belakangnya. Bisa mengobati diri sendiri membuatnya ingin menyebarkan manfaat terapi ini pada semua orang secara praktis. “Kalau bisa dilakukan sendiri, nggak perlu datang ke saya, kan,” katanya.

Alamat dan Jadwal praktek saya/Oei Gin Djing, Akupunkturis, yaitu :
Rabu pada jam 9-12 siang
jumat pada jam 9-12 siang
Sabtu jam 9-12 siang.
Adapun alamat praktek saya adalah
Jl. Sunter Indah Raya Blok HA 1 no. 10 .
Perumahan Sunter Hijau-Jakarta Utara.

Hp : 0818 165 373 ( hanya untuk terima dan kirim SMS )

Berita ini ada di Tabloid: KONTAN
6 Komentar

6 thoughts on “Bahayanya Menjewer Telinga Sembarangan

  1. Ping-balik: Ramuan Manjur dan Praktis

  2. Ping-balik: Mencegah Stroke dengan menekan/ Menusuk Titik 78 Pucuk Telinga dan 5 Titik Akupunktur ujung jari kiri-kanan | Ramuan Manjur dan Praktis

  3. Ping-balik: Tumor dan Kanker Payudara membaik berkat Minum Binghan Ginseng « BinghanGinseng.wordpress.com

  4. Ping-balik: Binghan Ginseng Oei Gin Djing « BinghanGinseng.wordpress.com

  5. Ping-balik: Akupunktur dan Bing-Han untuk Auto-Imum, oleh Oei Gin Djing « BinghanGinseng.wordpress.com

  6. Ping-balik: Akupunktur Tinnitus dengan keluhan bunyi Bum-Bum diselingi nging akibat radiasi Ponsel | Akupunktur-Tinnitus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s