Akibat kecelakaan tahun 2003 Lutut tidak dapat ditekuk-Terapis Oei Gin Djing, Akupunkturis

Akupunktur Lutut oleh Oei Gin Djing, Akupunkturis

Pada hari Selasa, tanggal  8 Agustus 2017. Datang suami istri, seorang bapak dan ibu usia 51 tahun, mereka berasal dari Balikpapan, Kalimantan. Sang istri mengalami penderitaan yang berkepanjangan, akibat kecelakaan motor pada tahun 2003 karena sejak kecelakaan tersebut lutut kirinya tak dapat ditekuk, bila berjalan kaki kanan melangkah dan kaki kiri mengikuti dalam kondisi lurus, pinggang sering nyeri tanpa sebab, bila duduk kaki kiri hanya bisa lurus. Berbagai terapi Medis dan Non Medis telah dijalaninya tapi tak satupun membuahkan hasil yang memuaskan. Pada awalnya  beliau sebut saja Ibu Diah hanya bermaksud untuk menemani suaminya terapi akupunktur Tinnitus di tempat Oei Gin Djing, Akupunkturis. Setelah melihat bahwa suaminya tenang-tenang saja saat ditusuk jarum dan tidak terlihat rasa nyeri bahkan beberapa saat setelah jarum ditusukkan bapak Faris, mengatakan bahwa mata dan nafas juga kepala terasa nyaman, maka ibu Diah mengutarakan keluhannya dan mengutarakan keinginannya untuk sekalian akupunktur daripada hanya menunggu saja.
Sinshe Oei (dialek Hokkian/ Fujian) atau ada juga yang menyebut Sinshe Huang  (dialek Mandarin) atau ada pula yang menyebut Ibu Oei. Setelah melakukan pemeriksaan baik secara visual maupun perabaan pada lokasi lutut. Melalui perabaan pada bagian belakang lutut dan sekitarmya terasa ada pengerasan pada  otot-otot dan mungkin pula pembuluh darah. Melalui pemeriksaan pada punggung tangan dan daun telinga Sinshe Oei menemukan adanya gangguan-gangguan hambatan energi dan darah pada lokasi lutut, pangkal paha dan pinggang.

Berdasarkan analisa yang telah dilakukan maka ibu Oei melakukan akupunktur pada lokasi titik akupunktur yang berkaitan dengan penderitaan ibu Diah. Semula bebrapa jarum ditusukkan pada punggung tangan dan daun telinga kiri, lalu pasien diminta berjalan dan suatu keajaiban terjadi, lutut yang sejak tahun 2003 tidak dapat ditekuk menjadi dapat ditekuk bahkan dapat diangkat-angkat ke atas. Alangkah bahagianya beliau, air mata haru menitik. Beliau dimohon duduk kembali dan penjaruman dilanjutkan dengan menusuk titik CuSanLi dan TuPi juga YinLingCuen. Sekitar 45 menit kemudian jarum dilepas dan tes berjalan dilakukan lagi dan ternyata hasil luar biasa terjadi. Kaki kiri dapat berjalan normal, dapat mengikuti kaki kanan melangkah secara normal. Saat duduk kaki kiri yang dulunya lurus saat itu sudah dapat ditekuk.

Bersama suaminya terapi akupunktur pada Sinshe Oei dilanjutkan pada tanggal 9, 11 dan 12 Agustus 2017. Bapak Faris setelah sekali akupunktur dengingnya berkurang, menurut beliau selama 2 bulan terkena Tinnitus alias telinga berdenging berbagai pengobatan telah dijalaninya, dan tanpa hasil. Barulah ada hasil yang memuaskan setelah akupunktur pada Sinshe Oei, demikian pernyataan beliau yang disambut Amin oleh istrinya.

Sinshe Oei adalah seorang perempuan kelahiran kota Semarang pada tahun 1966, SD sampai SMA sekolah di Theresiana, kuliah di Akademi Keuangan dan Akuntansi. Sejak kecil suka ilmu-ilmu tradisional dan energi, suka olahraga beladiri. Dalam sisilah keluarga menurut ayahnya merupakan generasi ke 5 atau ke 6 yang Sinshe. Hanya bedanya kakek dan buyutnya ahli juga dibidang ramuan tradisional Tiongkok selain akupunktur dan Chikung tentunya. Kakek luarnya yaitu dari pihak ibu adalah seorang ahli ilmu Hu-Huat yaitu suatu ilmu penyembuhan dengan tulisan simbol. Pernah menjadi pelatih Jing-chikung yang dirumuskannya sendiri dengan memadukan Saolin Chikung dari gurunya Master Leung Fung, mengamati dan mempelajari gerakan Wu Mei Chikung milik Prof. Willy Cahyo/ Mr. Lee Kuan Yew dan WuTang chikung serta aliran chikung-chikung yang lain. Tahun 1987 menjadi murid Maha Yogi Indonesia yaitu Bapak Yogamurti RM, dll. Mendapat sertifikat dan menjadi Akupunkturis dibawah bimbingan Bapak AB. Adam yang merupakan seorang Akupunkturis senior, pengajar dokter-dokter di Jerman. Pada saat tahun-tahun menjelang akhir hayatnya sekitar tahun 1990 pak Adam memilih untuk mengajar di Indonesia, tepatnya di jalan Haji Nawi, Jakarta Selatan.

Murid Chikung dari Sinshe Oei/ Huang yang cukup terkenal adalah bapak Zainal Effendi dan putrinya Andrina Effendi (mereka belajar pada Sinshe Oei pada tahun 1996) mereka menjadi guru dari ahli Reiki Indonesia yaitu Irmansyah Effendi. Notaris Sinta Susikto seorang Notaris senior terkenal yang sudah pensiun juga murid Chikung dan meditasi yang pernah dilatih oleh Sinshe Oei, Notaris Sinta juga menjadi guru dari seorang ahli esoterik terkenal karena buku pertamanya dibuat dan dirumuskan dikantor Bu Sinta di jalan Tomang Raya-Jakarta,  dll.

Iklan