Tinnitus/ telinga berdenging diikuti rasa sangat Frustasi-Terapis Oei Gin Djing, Akupunkturis

Ibu Dorothi usia 31 tahun, ibu 2 anak Balita/ bawah 5 tahun, sejak awal bulan Agustus 2016 mengalami Telinga berdenging yang makin lama makin kencang bunyinya. Setiap saat rasa putus asa menerpa karena bunyi nging……nging dan bunyi lainnya terus menerus terdengar di telinganya. Dari semua bunyi yang terdengar di dalam telinganya,bunyi nging panjang pendek adalah merupakan bunyi yang dominan.

@ Hari demi hari dijalaninya tanpa perasaan karena hanya ada rasa hampa.

@ Sehari-harinya bagaikan robot yang terkurung dalam dimensi dunia antah berantah.

@ Terkadang ada bisikan hasutan-hasutan yang memintanya untuk gantung diri, hasutan ini tiap hari selalu ada. Terkadang ada suara enak lho bila mati.

@ Ingatan jangka pendek mudah lupa.

@ Emosi sering tak terkendali.

@ Biasanya suka modis jadi masa bodoh dengan penampilan.

@ Menarik diri dari pergaulan karena bila banyak orang bicara, fia merasa ketakutan dan kebingungan, dilikuti jantung juga terasa dug dug dug kencang.

Sering cari info di internet dan minum ramuan macam-macam tanpa hasil, selain pengobatan tradisional pengobatan Medis juga dijalaninya. Ada anjuaran dari keluarga agar ke tepi laut, sudah juga dijalaninya selama lebih dari seminggu, tapi tak tahan malahan masuk angin dan kondisi drop.

Rasa ingin sembuh menyebabkan ibu Dorothi mendatangi banyak dokter spesialis Telinga Hidung dan Tenggorok, bisa dikatakan seluruh dokter THT di kotanya Menado telah didatanginya. Semua obat yang diberikan dokter THT telah diminumnya. Anjuran Fisioterapi telah dijalaninya. Hasilnya dari perburuannya akan kesembuhan Tinnitus yang dialaminya adalah nihil.

Rasa frustasi menghinggapi hati bu Dorothi, pernah rasa tertekan yang sangat menghinggapinya. Suatu sore saat rumahnya sedang sepi. Anak-anaknya juga dititpkan di neneknya yang rumahnya berdekatan dengannya. Merasa tidak ada orang di rumah, diambilnya tali dan digatungkannya di atas kusen pintu lalu dia naik kursi, untunglah Ibunya datang dan memergoki perbuatan Dorothi yang nekat. Cara nekat ini sempat 2 kali dilakukannya tapi untunglah Tuhan masih melindunginya sehingga perbuatan nekatnya ketahuan oleh Ibunya.

Akhirnya pihak keluarga memutuskan untuk mengirim bu Dorothi ke ibukota negara yaitu Jakarta, karena berdasarkan pencariannya dan pencarian keluarganya di internet, ditemukan suatu Rumah saki khusus THT. Sesampainya di rumah sakitt tujuan, Dorothi dirujuk pihak RS ke Profesor THT terkenal dalam bidang Tinnitus dan Suddendeaf, dengan ditangani seorang Profesor ahli Tinnitus,  hatinya menjadi besar. Prof.THT yang menangani menganjurkan rawat inap seminggu di Rumah sakit tersebut ditambah dengan terapi Hiperbarik. Ada sedikit perbaikan tapi rasa frustasi masih sangat besar dan bunyi tetap sangat menyiksa, suara hasutan bunuh diri juga masih bergema, perasaan masih hampa dan makan tetap tak ada rasa. Dikarenakan telinga masih sangat kencang bunyinya dan keseimbangan tubuh belum ada perbaikan, rasa tidak ingin hidup jadi terus menghantui.

Pada saat Hiperbarik, pertengahan Nopember 16 ibu Dorothi bertemu dengan seorang ibu yang anaknya usia 13 tahun menjelang 14 tahun katakanlah namanya Hasina. anaknya mengalami Tinnitus yang diikuti turunnya pendengaran, dokter THT telah anjurkan pakai alat bantu dengar dan beliau sudah memesan Hearing Aid seharga 25 juta, saat anaknya memakainya, hanya pakai 3 kali akhirnya tidak mau pakai lagi, katanya kepala jadi pusing dan sakit telinganya. Ibu dari Hasina bercerita pada Bu Dorothi bahwa anaknya mengalami banyak perbaikan dalam pendengaran dan dalam kehidupan sehari-harinya yaitu setelah sekali terapi akupunktur pada ibu Oei Gin Djing. Sorang akupunkturis senior yang berpraktek lebih dari 25 tahun. Kebetulan Hasina pernah dirawat pada bulan September 2016 juga sempat dirawat selama seminggu di Rumah sakit khusus THT yang sama.

Entah kenapa hatinya tertarik mendengar penuturan ibu dari Hasina dan dengan tekat yang kuat berbekal kartu nama yang didapatnya dari Ibunya Hasina, Bu Dorothi mencari info di Internet tentang Oei Gin Djing, Akkupunkturis. Setelah ngecek di internet dan menghubungi WA ibu Oei, pada hari berikutnya pas jam praktek Dorothi datang terapi akupunktur. Seumur hidup baru sekali ini akupunktur katanya. Saya bilang tenang saja, tidak sakit kok. Kata saya ” Banyak teman senasib dengan Anda disini, ibu bisa sharing dulu dengan pasien yang lain. Mayoritas pasien saya saat ini adalah penderita Tinnitus, Suddendeaf dan Vertigo” , sambung saya.

Pada tahun 2006 saya pernah menulis tentang Tinnitus dalam buku TERAPI PIJAT TELINGA yang diterbitkan oleh Penebar Swadaya Grup. adapun tentang Tinnitus dimuat pada halaman 105 dan 106. 

 

Demi kesembuhan dia menjalani akupunktur, setelah sesaat saya (Oei Gin djing, Akupunkturis) terapi untuk pertama kalinya, katanya ternyata akupunktur itu tidak sakit. Saya tanya bagaimana reaksinya katanya matanya jadi lebih terang, nafas jadi lebih longgar, kepalanya yang biasanya berat jadi lebih ringan. Perasaan tertekan berkurang. Dalam seminggu dijalaninya 4 kali akupunktur, minggu berikutnya hanya bisa 2 kali. Kondisinya sudah sangat bagus, rasa ingin bunuh diri sejak pertama akupunktur sudahh hilang. Terapi ditempat ibu Oei Gin Djing tanpa obat-obatan, hanya dianjurkan sering memakai batu giok khusus yang  bisa dipakai seumur hidup. perbungkus isi 7 keping seharga sekitar 100 ribu, harga tidak mengikat.

Catatan : Bu Dorothi sekitar 17 Desember 16 sudah sembuh dan pulang ke Menado. Sampai kisah ini dimuat pada Juli 2017, kondisinya tetap baik dan tidak kambuh lagi.

Hanya terima WA atau SMS dalam bentuk teks, tidak terima suara telpon.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s