Akupunktur Tanam Benang untuk berbagai gangguan Mata (terutama Retina & Mokula) oleh Ibu Oei Gin Djing, Akupunkturis

Pada masa dimana tehnologi (Ponsel, Tablet, Komputer, Televisi, dsb) telah menguasai berbagai aspek kehidupan manusia, berbagai gangguan mata yang sebelumnya jarang diderita kaum muda menjadi umum diderita generasi muda usia. Apakah hal ini dipicu oleh majunya tehnologi pada ponsel dan tablet, sampai saat ini masih menjadi perdebatan terapi ada baiknya bila kita menggunakan tehnologi dengan sikap bijaksana dan tidak berlebihan banget. Bila pada masa dimana tehnologi belum berkembang sepesat saat ini, penyakit mata yang umum bagi kaum muda adalah mata minus dan silinder maka saat ini masalah tersebut tidak amat menakutkan seperti bila terkena masalah pada retina dan mokula. Anak-anak usia dini 8 sampai 30 tahun dulu hanya minus tapi saat ini bisa saja buta akibat gangguan Retina. Foto-foto narsis yang dilakukan dalam jarak dekat dengan pencahayaan BLIZT bisa saja mengakibatkan masalah seius pada mata, maka gunakanlah kamera pada Ponsel, tablet, kamera apapun, dan bahkan layar komputer, layar ponsel dengan sikap bijaksana, atur pencahayaan agar tidak merusak mata Anda atau mata anak Anda atau mata milik orang-orang disekitar Anda. Pada saat buku TERAPI MATA DENGAN PIJAT DAN RAMUAN yang saya (Oei Gin Djing, Akupunkturis) terbit tahun 2006, masalah-masalah pada Retina dan Mokula masih jarang terjadi pada kaum muda tetapi kini eranya telah bergeser bila dulu kaum tua yang matanya selalu bermasalah sekarang kebalikannya, anak-anak muda yang mengalami banyak masalah pada mata bahkan mengalami kebutaan akibat berbagai gangguan pada salah satu ataupun pada ke dua mata. Untuk menjaga kesehatan mata berbagai upaya sederhana dapat Anda dan keluarga lakukan sendiri, misalnya dengan melakukan senam mata seperti yang diajarkan oleh Oei Gin Djing dalam buku disamping ini. Senam mata ala Oei Gin Djing, Akupunkturis pernah dimuat di Tabloid dan televisi. Tabloid tersebut antara lain Senior atau Tabloid Gaya Hidup Sehat. Diambil dari buku Oei Gin Djing dengan judul TERAPI MATA DENGAN PIJAT DAN RAMUAN Gaya hidup inilah yang menyebabkan Oei Gin Djing melakukan terobosan akupunktur tanam benang untuk berbagai keluhan pada mata. Budaya gaya hidup yang serba praktis, hemat waktu, tidsak sakit dan tidak repot inilah yang menyebabkan akupunktur tanam benang yang dilakukan oleh Oei Gin Djing disukai oleh banyak pasien. Ada seorang bapak bernama Hardi usia 55 tahun, setelah 7 kali terapi akupunktur mata dengan cara biasa, akhirnya karena beliau tidak ingin terapinya terputus saat harus kembali ke Amerika Serikat, maka beliau memutuskan untuk akupunktur tanam benang. Kasus mata Pak Hardi adalah pada MATA KIRI penglihatan tidak sampai separoh yang utuh itupun buram, riwayatnya: Ablasio Retina/ Retina terlepas sebagian dan Mokula bengkak, sempat menjalani 3 kali operasi mata di Amerika Serikat tapi hasilnya seperti telah disebutkan diatas.  Mata kanan mengalami Glaukoma. Sejak pertama akupunktur pada ibu Oei Gin Djing, beliau merasa ke 2 matanya lebih enak terutama mata kanannya, sedangkan kemajuan pada mata kiri yang telah 3 kali operasi hanyalah terasa agak enteng dan sekeliling mata tidak berat. Pelupuk mata kirinya agak sipit bila dibanding yang kanan, kata beliau hal itu akibat operasi mata. Sekitar tanggal 5 April 14 menurut rencana beliau akan ke Jakarta dan melanjutkan terapi akupunktur pada ibu Oei Gin Djing. Hasil terapi akupunktur tanam benang oleh Oei Gin Djing untuk pak Hardi dipantau tiap 5 menit, beliau merasa tiap 5 menit mata kananya terasa lebih terang dan jelas, sedangkan mata kiri yang sudah opearsi lebih terang sedikit. Mata kanan dapat membaca lebih jelas. Keuntungan terapi Akupunktur Tanam Benang (Oei Gin Djing, Akupunkturis) yaitu antara lain: terapi cukup dilakukan sebulan sampai 1,5 bulan sekali. Rangsangan/ stimulasi titik akupunktur pilihan terapis dapat berlangsung terus menerus sampai benang KALOGEN habis terserap tubuh. Pada umumnya benang habis terserap tubuh dalam waktu 1 bulan tetapi pada daun telinga umumnya benang KOLAGEN habis terserap tubuh dalam waktu sekitar 2 bulan.

SMS: 0818 165 373 (Sunter-Jakarta)

Akupunktur Tanam Benang untuk Gangguan Mata oleh Oei Gin Djing, Akupunkturis                                                                                     SMS: 0818 165 373 (Sunter-Jakarta)

Kasus ibu Hanni usia 38 tahun, juga Ablasio Retina dan pernah operasi 3 kali pada mata kirinya. Sejak operasi terakhir pada bagian putih matanya kiri lalu berwarna merah darah, gangguan pada mata kanannya berupa kabur dan bengkak juga keras bila pelupuk mata kanannya diraba.  Reaksi setelah akupunktur tanam benang ala Oei Gin Djing ( hasil dipantau tiap 5 menit) MATA KIRI yang pernah operasi 3 kali bila sebelumnya gelap total setelah akupunktur tanam benang-ada cahaya yang masuk dan sekeliling mata enteng, tampak bagian putih mata berangsur-angsur berkurang warna merah darahnya. Mata kanan dapat melihat jarum jam dinding, sebelumnya tidak terlihat, saya yang menyarankan Bu Hanny untuk melihat sesuatu didinding depannya sebagai perbandingan sebelum dan sesudah akupunktur tanam benang.  Tulisan didinding sebelah kiri yang sebelumnya tak dapat terbaca oleh MATA KANAN-nya karena terasa hanya berupa GARIS HITAM dapat terbaca dengan jelas oleh mata kanannya padahal posisi miring. Terimakasih telah membaca artikel ini. Sunter-Jakarta Utara-Indonesia        Senin, 3 Maret 2014 Akupunktur Mata oleh Oei Gin Djing, SMS: 0818 165 373 (Sunter-Jakarta) Akupunktur Tanam Benang untuk Mata oleh Oei Gin Djing, Akupunkturis (Sunter-Jakarta), SMS: 0818 165 373 Terdapat banyak kasus-kasus mata lainnya yang telah diterapi dengan akupunktur tanam benang Oei Gin Djing tetapi karena keterbatasan waktu maka saya (Oei Gin Djing, Akupunkturis) baru bisa menulis 2 kasus mata seperti telah saya tuliskan diatas, kasus mata yang membaik akibat Retinopati Diabetes belum sempat saya tuliskan disini. Ada penderita mata minus, seorang ibu usia 40 tahun yang menderita mata minus 8 pada mata kanannya, sedangkan mata kirinya sudah sejak tahun lalu (tahun 2013) tak dapat melihat lagi setelah gagal menjalani operasi Ablasio Retina sebanyak 3 kali. Ibu dengan mata kanan minus 8 ini mengalami perbaikan penglihatan yang membuatnya sangat bahagia, katanya minusnya berkurang 2, dari 8 menjadi 6. Hal ini terjadi setelah sekali akupunktur tanam benang untuk Mata pada Ibu Oei Gin Djing, Akupunkturis.

Sebagai Catatan : 

Akupunktur Tanam Benang untuk mata dapat dilakukan setelah menjalani akupunktur konvensional minimal 3 kali dan dipelajari dulu oleh Ibu Oei Gin Djing untuk memastikan apakah pasien diperkenankan untuk akupunktur tanam benang Mata.

Iklan

One thought on “Akupunktur Tanam Benang untuk berbagai gangguan Mata (terutama Retina & Mokula) oleh Ibu Oei Gin Djing, Akupunkturis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s