Akupunktur Sinusitis dan Tinnitus untuk anak umur 9 tahun oleh Oei Gin Djing, Akupunkturis

Harga rp 12.500 termasuk brosur dan Alat Pijat Khusus yang dirancang serta dipatenkan oleh Oei Gin Djing.Terapi akupunktur tidaklah menyakitkan karena jarum yang ditusukkan pada titik-titik terapi, bila dilihat pakai mikrokop ujungnya membulat dan tidak tajam. Kita bisa buktikan dengan menonton video disini.
Anak kecil usia 9 tahun yang sedang menderita Tinnitus/ Telinga berdenging dan Sinusitis/ Radang Rongga Hidung, tampak tenang dan tidak menangis saat ditusuk jarum oleh Oei Gin Djing, Akupunkturis.
Keterangan lebih lanjut tentang tinnitus dan Sinusitis dapat anda baca di https://akupunkturpijatprana.wordpress.com/akupunktur-untuk-tinnitustelinga-berdenging-oleh-oei-gin-djing/ dan https://akupunkturpijatprana.wordpress.com/?s=sinusitis
SMS ke 0818 165 373

:http://akupunkturpijatprana.wordpress…
Oei Gin Djing, mendapatkan sertifikat sebagai penyembuh tradisional (totok darah, Siatsu, Anmo, Yoga, Divine Healing, Meditasi) pada umur 21 tahun yaitu tahun1987, dibawah bimbingan Bapak RM. Yogamurti.
Kakek dan kakek buyut Oei Gin Djing adalah Sinshe, dari kecil Ibu Gin suka belajar ilmu penyembuhan alamiah. Ibu Gin juga pelatih Jing-Chikung dan pelatih prana. Tahun 1991 menjadi asisten dari dokter Akupunktur dan bedah dari Xiamen yaitu Dr. Poey/ Fang Soen Gie, yang merupakan saudara sepupunya.
Tahun 1992 lulus ujian nasional Akupunktur yang diselemggarakan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, dibimbing oleh Bapak AB. Adam. Bapak AB. Adam adalah pengajar akupunktur tingkat dasar-terampil dan Mahir di Jerman, pengajar khusus dokter-dokter Akupunktur di Jerman.

SMS pada nomor Ponsel Oei Gin Djing : 0818  165  373

Email oeigindjing@gmail.com

Jadwal praktek Oei Gin Djing, Akupunkturis, yaitu :

Rabu pada jam 9-12 siang
jumat pada jam 9-12 siang
Sabtu jam 9-12 siang.
Adapun alamat praktek saya adalah
Jl. Sunter Indah Raya Blok HA 1 no. 10
Perumahan Sunter Hijau-Jakarta Utara

Sumber-sumber tentang Tinnitus dapat Anda baca pada kaitan berikut:

  1. http://www.BBC.co.uk/Health/physical_health/conditions/tinnitus1.shtml
  2. http://www.news-medical.net/health/Symptoms-of-Tinnitus-(Indonesian).aspx
  3. http://www.NHS.uk/conditions/tinnitus/Pages/symptoms.aspx
  4. http://www.totalkesehatananda.com/tinnitus1.html
  5. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/PMC/articles/PMC2686891/PDF/jcn-5-11.PDF
  6. http://id.wikipedia.org/wiki/Tinnitus
  7. http://www.ucsfhealth.org/conditions/tinnitus/signs_and_symptoms.html
  8. http://www.kelas-mikrokontrol.com/jurnal/iptek/bagian-3/penyakit-tinnitus.html

Isi dari url tersebut adalah sebagai berikut dibawah ini.

Penyakit Tinnitus

Telinga yang terus menerus berdenging atau seolah mendengar suara-suara aneh, kini sudah menjadi masalah kesehatan serius. Terutama di negara maju, penyakit telinga berdenging atau tinnitus, sudah menjadi masalah akut. Di Jerman saja, setiap hari rata-rata 2.000 orang penderita penyakit telinga berdenging mendatangi dokter THT. Jumlah penderita sebanyak itu, sudah masuk kategori amat mengkhawatirkan.

Penelitian menunjukan, sekitar 95 persen penderita tinnitus, masih dapat menerima penderitaannya, walaupun mereka harus hidup dalam kondisi tersiksa, terus menerus mendengar gangguan suara di dalam telinganya.Namun sekitar 5 persennya, mengakui amat menderita dan banyak yang mencoba bunuh diri karena tidak tahan. Apa sebetulnya penyebab tinnitus ?.Banyak sekali faktor penyebab telinga berdenging ini. Mulai dari akibat kecelakaan, ledakan keras di dekat telinga, gangguan saluran telinga bagian tengah, sampai ke gangguan lingkungan.

Namun paling sering tinnitus disebabkan gangguan pendengaran, berupa tiba-tiba hilangnya kemampuan mendengar. Penyebabnya bermacam-macam. Namun kadangkala gangguannya berlangsung amat singkat atau amat ringan. Sehingga penderitanya tidak menganggap serius hal tsb. Seringkali gejalanya juga muncul tiba-tiba tanpa sebab jelas, pada orang-orang dengan status kesehatan prima. Demikian diungkapkan Dr. Ulrich Lamparter pakar kedokteran psikosomatis di rumah sakit Universitas Eppendorf di Hamburg. Jika gangguan pendengarannya akut, dengan tanda gangguan pendengaran berat di telinga bagian dalam, biasanya muncul gejala telinga berdenging disertai rasa tidak nyaman dan tekanan di dalam telinga.

Para penderita tinnitus biasanya pekerja yang mendapat tugas melebihi kapasitas kemampuannya. Dari 150 penderita gangguan telinga berdenging yang diteliti di Hamburg, sebanyak 60 persen tergolong pekerja keras yang beban kerjanya amat tinggi. Sekitar 23 persen dari pekerja berat, terbukti mengalami gangguan tinnitus akut. Penyakit tinnitus tidak pandang bulu, siapa saja dapat terkena. Di Jerman misalnya, perhimpunan dokter telinga-hidung-tenggorokan THT, setiap tahunnya mencatat 27.000 penderita baru. Sementara data dari jawatan kesehatan Amerika Serikat menyebutkan, di negara itu sedikitnya 10 juta orang menderita tinnitus. Kebanyakan penderitanya adalah orang-orang yang dalam kehidupan sehari-hari, mengalami tekanan emosional cukup tinggi. Misalnya para guru, pendeta, dokter, guru taman kanak-kanak serta pegawai asuransi.

Namun selain tekanan pekerjaan, juga penyakit tertentu dapat memicu munculnya suara berdenging atau gangguan suara lainnya terus menerus di dalam telinga. Lamparter menyimpulkan, stress berat juga dapat memicu gejala kehilangan pendengaran. Kematian anggota keluarga yang dicintai secara tiba-tiba, atau pengalaman mengerikan seperti diculik, diancam pembunuhan atau terlibat kecelakaan hebat. Mula-mula gejala kehilangan pendengaran ini hanya berlangsung selama beberapa detik.

Namun semakin berat tekanan emosinya, gejala kehilangan pendengaran semakin sering dan lama waktunya. Gejalanya memburuk, sampai mulai munculnya gangguan berupa telinga berdenging, demikian kata Dr.Lamparter. Misalnya saja contoh seorang wanita muda yang kariernya sedang menanjak, yang datang berobat akibat gangguan pendengaran. Kepada dokternya wanita muda ini mengatakan, dalam beberapa bulan terakhir mengalami stress berat. Di kantornya, ia dipromosikan menjadi wakil direktur, yang langsung bekerja keras karena direkturnya sakit. Sementara dalam kehidupan pribadinya, dalam waktu bersamaan ia harus menyiapkan pesta ulang tahun ibunya. Tekanan waktu, pekerjaan dan kehidupan pribadi diakuinya amat berat, walaupun begitu wanita karier ini mengaku menikmati tugasnya. Akan tetapi, gangguan pendengaran yang dideritanya secara tiba-tiba ibaratnya rem darurat, yang menghentikan seluruh kegiatannya. Menurut Dr.Lamparter, kondisi yang dialami pasien wanita tsb, menunjukan gejala khas ganguan kehilangan pendengaran.

Gejala ini merupakan jawaban langsung sistem tubuh pada situasi lingkungan, yang disadari atau tidak, merupakan beban emosional berat yang tidak dapat lagi ditanggulangi. Tubuh yang merasa dipaksa menghadapai rangsangan secara berlebihan, bereaksi meminta istirahat. Biasanya pula, gangguan pendengaran ini dibarengi dengan dengingan di telinga, baik dengingan berat atau ringan. Tinnitus memang tidak akan menyebabkan penderitanya kehilangan pendengaran. Sebaliknya, sekitar 90 persen penderita tinnitus, mengakui sebelumnya pernah mengalami gejala kehilangan pendengaran. Telinga berdenging atau seolah mendengar suara-suara aneh, memang tidak mengurangi daya pendengaran. Namun adanya interferensi, antara suara yang masuk dari luar, dengan gangguan suara tinnitus, seringkali membuat penderitanya sulit berkonsentrasi.

Sampai saat ini, belum ada obat ataupun tindakan operatif, yang dapat menyembuhkan tinnitus.                                                         Para ahli kedokteran memang mengembangkan terapi perawatan penderita gejala telinga berdenging ini. Misalnya yang disebut terapi akustik. Di berbagai klinik THT di Jerman dan di Amerika Serikat, para penderita tinnitus dapat melatih dirinya, memanfaatkan suara dari luar untuk menekan gejala gangguan suara di dalam telinganya. Tujuannya, untuk meningkatkan kualitas kehidupan serta mengurangi stress tambahan, sebagai dampak penyakit tinnitus.                                                                                                                                                  Misalnya pemasangan generator suara di dalam telinga, alat bantu dengar atau mendengarkan musik tertentu dari CD dan kaset. Atau juga pelatihan meditasi, agar penderita dapat berkonsentrasi dan menekan gejala tidak bisa tidur yang biasanya muncul berbarengan dengan gejala tinnitus.(muj)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s