Akupunktur untuk Sinusitis oleh Oei Gin Djing, Akupunkturis

Buruknya kondisi udara dan kondisi lingkungan yang buruk sirkulasinya dapat memperparah keluhan sinusitis atau peradangan yang terjadi pada rongga-rongga hidung. Peradangan pada rongga hidung ini, bisa saja hanya terkena pada salah satu dari ke 4 rongga yang ada ataupun lebih. Sinusitis bukanlah penyakit aneh tetapi dampak dari Sinusitis bisa saja membawa pengaruh terhadap selaput otak ataupun wilayah-wilayah pada wajah, termasuk sekitar mata.

Bulan lalu, saya (Oei Gin Djing) kedatangan seorang  pasien, Ibu Rumah Tangga dengan usia 65 tahun, yang menderita penyakit dampak lanjutan akibat dari sinusitis yang dideritanya, perjalanan penyakit Sinusitis yang dideritanya menyebar menjadi kanker yang terletak diantara dua mata dan dua alis, beliau dioperasi di Singapura. Operasi yang dilakukan oleh tim dokter Singapura yang terdiri dari 8 dokter, meliputi: pengangkatan tulang hidung, membuka batok kepala dan membersihkan nanah yang ada, baik di kepala bagian depan maupun bagian puncak kepala. Operasi memakan waktu 8 jam, tamabah darah 2 liter, pasien baru benar-benar sadar 3 hari kemudian dengan kondisi linglung.

Setelah operasi maka beliau disinar di negara yang sama. Total biaya yang dikeluarkan sangatlah banyak, yaitu sekitar 1,2 milyar.

Efek lanjutan dari operasi dan penyinaran yang kemudian dideritanya adalah :

– Mata menjadi kering

– Hidung sering sekali berbunyi sruttt kencang, bila tarik nafas panjang

– Kaki sampai telapak kaki menjadi sering kaku dan ngilu.

Kisah ini hanyalah sebagian dampak akibat penyakit lanjutan dari sakit THT ( Telinga, hidung dan tenggorok) yang kata orang , biasa saja dan seringkali dianggap penyakit sepele.

Kisah Sinusitis yang saya (Oei Gin Djing) derita termasuk unik, karena iseng-iseng memakai ujung pensil yang runcing untuk pengganti tusuk gigi, akhirnya saya mengalami sinusitis yang berkembang menjadi penyakit Meningitis atau radang selaput otak. Saya menjalani operasi bedah mulut yang dipimpin oleh Professor Dokter Cipto Raharjo pada sekitar tahun 1984, operasi memakan waktu antara 4,5 sampai 5,5 jam. Saya masuk kamar operasi pagi jam 7 dan keluar dari kamar operasi jam 12.30 (kata saudara saya). Kata Profesor Cipto Raharjo, dalam operasi bedah rahang yang saya jalani telah ditemukan potongan pensil. Sebagian tulang rawan rahang bagian atas mulut saya telah dibuang karena remuk. Bagian rongga hidung sebelah kiri diberi tampon/kain kasa yang panjangnya sekitar 5 meter. Dalam operasi ini saya ditransfusi darah sebanyak 1 liter. Total infus dalam perawatan 8 botol.

Saya masih ingat, saat tampon ditarik, ditarik dengan cepat dan Profesor Cipto mencium bau tampon, serasa saya tak punya hidung. Akibat dari operasi ini, bila saya sedang makan maka sebagian nasi dan bakmi yang saya makan keluar lewat hidung. Saya menjalani opersai lanjutan, tiap setengah tahun untuk menutup sebagian tulang rahang bagian atas kiri yang terbuka sampai tembus ke hidung. Jadi bila teman-teman sekolahku yang sebaya (SMA)senang dan berlibur bahkan kadang berkemah, saya hanya gigit jari soalnya kempingnya dirumah sakit atau dalam proses pemulihan saya hanya berdiam dirumah dengan mulut bengkak dijahit. Terkadang untuk menghemat biaya, saya memilih bius lokal dan langsung pulang kerumah setelah operasi bedah mulut.

 

Jadwal praktek Oei Gin Djing, Akupunkturis, yaitu :
Rabu pada jam 9-12 siang
jumat pada jam 9-12 siang
Sabtu jam 9-12 siang.
Adapun alamat praktek saya adalah
Jl. Sunter Indah Raya Blok HA 1 no. 10 .
Perumahan Sunter Hijau-Jakarta Utara.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s